Hardiknas

Kalian mungkin sudah tidak asing lagi dengan tokoh diatas. Yak betul, beliau adalah Ki Hadjar Dewantara seorang pelopor pendidikan yang telah memberikan sumbangan besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Bagaimana pada masa itu, beliau sebagai salah satu tokoh pejuang indonesia, berusaha keras dengan berbagai cara untuk memperjuangkan hak dan martabat bangsa untuk menjadi bangsa yang merdeka dan bangsa yang berpendidikan.

Apa yang sudah kita lakukan untuk dunia pendidikan kita? Saya sendiri belum bisa berbuat banyak, baru sebatas berbicara, berpendapat, mengenang dan tanpa memberikan kontribusi yang nyata.

Hahhh…!! ^ ^ sepertinya aku terlalu berat berfikir. Jika dipikir-pikir, perjuangan tidaklah di ukur dari seberapa banyak darah yang kita teteskan, ataupun sebanyak apa karya yang telah kita persembahkan tetapi seberapa tuluskah kita untuk berbicara, berpendapat, mengenang, dan berkaya sebagai seorang penerus. Dengan demikian, sekecil apapun sumbangan kita pasti akan berguna. AMINNNN…

Berikut beberapa karya yang di tinggalkan Beliau

(Seandainya Aku Seorang Belanda, Ki Hajar Dewantara)

“Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan dinegeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Pikiran untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita garuk pula kantongnya. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengkongsi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingan sedikitpun”.

ING NGARSA SUNG TULADA

(di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan baik)

ING MADYA MANGUN KARSA

(di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa)

TUT WURI HANDAYANI

(dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan)

Tut wuri handayani, begitulah ketiga semboyang ini disebutkan. Sebuah semboyan yang selalu bergaung di telinga, menjadi sebuah peninggalan yang menjadi semangat kita untuk meneruskan perjuangan beliau yang telah menempuh jalan yang mulia. Terima kasih, wahai pejuang. Semangat pendidikan pasti tidak akan pernah luntur.

Dari seorang pejuang yeng mengenag jasaMU

Leave a Reply