Adalah sebuah nama yang melekat dan entah sejak kapan mulai terbiasa untuk aku dengar. Sebuah nama kecil yang kuterima dari keluarga. “DENU”. Nama ini kuperoleh begitu saja. Bahkan dalam nama lengkapku tidak ada bagian yang bisa dihubungkan dengan nama ini.
Memang benar nama ini, kata Ibuku diambil dari nama seorang tokoh karakter dalam cerita rakyat di Bali. Kita menyebutnya Drama Gong. Sebuah drama atau opera yang dimainkan dengan gamelan khas bali (Gong) dengan cerita rakyat ataupun cerita pewayangan.
Diceritakanlah seorang anak yang bernama Gedesendu. Menurut cerita ibu, anak itu punya sifat dan karakter yang mirip sama aku. Mungkin nakalnya kali ya ^ ^. Yang jelas sejak itu aku di panggil keluarga dengan sebutan Gede yang mirip Gedesendu, trus jadinya dipanggil Dendu, Dendu dan kemudian disingkat menjadi Denu.
Aku senag dengan nama ini, sebab sampai saat ini belum ada yang menyamai. Yang mendekati paling Danu. Jadi ngerasa unik sendiri ^ ^. Tapi teriakan itu sekarang sudah jarang kudengar. Sejak di jogja dari 3-4 tahun yang lalu aku biasa dipanggil Krisna.
Mungkin karena kebiasaan, saat aku ketemu orang dan berkenalan dengan bahasa bali, pasti yang keluar kata DENU. Sebaliknya kalau pakai bahasa Indonesia, yang kesebut pasti KRISNA. He2 ^ ^ ini beneran ga disengaja. Hanya kebiasaan masa kecil yang tumbuh dilingkungan berbahasa bali, jadi seperti sudah diseting otomatis, saat memakai bahasa bali namaku adalah denu. He3
Aku jadi pengen tahu, bagaimana dengan kalian? Nama kecilmu siapa? ^ ^
May 9, 2008 at 5:41 pm
[...] krisna atw mungkin teman sepermainanku waktu kecil biasa memanggilku dengan sebutan “denu“. sebuah nama kecil yang entah sejak kapan mulai terbiasa di dengar. mmm… mungkin belum [...]
May 9, 2008 at 5:44 pm
??